Kamis, 20 Mei 2010

Kita dan Katak



Ada seorang anak kecil yang ingin merebus katak yang ia dapatkan di sungai belakang rumahnya untuk diberikannya kepada kucing kesukaannya. Pertama kali ia menyiapakan wadah yang sudah diisi penuh, kemudian dia menyalakan kompornya dan mulai mendidihkan air tersebut. Setelah air tersebut mendidih, ia mengambil katak tersebut dan melemparkannya ke dalam wadah air yang mendidih tersebut.

Namun, setiap kali katak tersebut dilemparkan ke dalam wadah air mendidih tersebut, ia selalu meloncat keluar dari wadah tersebut. Untuk kedua kalinya anak tersebut melakukan hal yang sama namun katak tersebut juga melakukan hal yang sama, melompat keluar dari wadah tersebut.

Berkali-kali anak tersebut melakukan hal yang sama, namun si katak tersebut juga terus melakukan hal yang sama. Sehingga berhentilah si anak tersebut untuk melemparkan katak tersebut ke dalam wadah yang berisi air mendidih tersebut.

Sejenak dia berfikir untuk mendapatkan cara untuk merebus katak tersebut. Beberapa menit telah berlalu, akhirnya ia mengambil wadah baru dan memasukkan air dingin ke dalam wadah tersebut dan meletakkannya di atas kompor tanpa menyalakannya. Kemudian, ia memasukkan katak tersebut ke dalamnya. Merasa mendapatkan tempat yang dingin dan enak, akhirnya si katak tersebut berenang dengan senangnya. Setelah beberapa menit berlalu dan si katak sudah merasa nyaman di wadah yang berisi air dingin tersebut. Kemudian anak tersebut mulai menyalakan kompor yang di atasnya terdapat wadah air yang berisi katak tersebut.

Beberapa menit telah berlalu, si katak merasa nyaman dengan air yang ia masuki, hangat… hangat … hangat dan akhirnya air tersebut berubah menjadi panas.. panas.. dan sangat panas. Ia ingin melompat dari wadah tersebut, namun ia terlambat, air panas tersebut telah merebusnya.
Begitulah, ketika kemaksiatan ada di depan mata kita , zina misalnya, maka kita mungkin bisa menghindar dan pergi menjauh darinya, seperti ketika katak tersebut dimasukkan dalam air yang mendidih yang kita umpamakan seperti kemaksiatan maka ia akan melompat, menjauh dari air mendidih tersebut.

Namun, ketika kemaksiatan itu datang sedikit demi sedikit, seperti tonotonan TV yang mengumbar aurat dan tindakan-tindakan mengumbar syahwat yang dilakukan sedikit demi sedikit, maka pelakunya tidak akan merasa takut dan menghindar. Hingga ia terlena seperti katak yang menikmati air dingin yang nyaman. Hingga akhirnya air tersebut mendidih dan ia tak mampu mengindar darinya.

Oleh karena itu, kita harus berhati-hati ketika kita mengetahuai atau sudah melakukan kemaksiatan walaupun sedikit, kita harus sudah mulai waspada dan menghindar dari kemaksiatan tersebut, sebelum semuanya terlambat, sehingga kita tidak mampu menghindar lagi darinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Download Listening Detik-Detik Inggris SMA UN 2019 Intan Pariwara Try Out 4

Download Listening Detik-Detik Inggris SMA UN 2019 Intan Pariwara Try Out 4 Berikut adalah Listening Detik-Detik Inggris SMA UN 2019 Intan...